Kembali ke Blog

Workflow Ngoding Bareng AI Agent yang Saya Pakai Sekarang

#ai#claude-code#productivity
Workflow Ngoding Bareng AI Agent yang Saya Pakai Sekarang

Setelah beberapa bulan eksperimen, ini workflow ngoding bareng AI agent yang paling efektif buat saya sejauh ini — khususnya sebagai solo developer yang harus efisien dengan waktu terbatas.

1. Mulai dari konteks, bukan langsung minta kode. Sebelum minta agent bikin sesuatu, saya kasih konteks: apa yang udah ada, kenapa perlu perubahan ini, batasan apa yang harus dijaga. Semakin jelas konteksnya, semakin jarang saya perlu koreksi hasilnya.

2. Task kecil, review cepat. Daripada minta “bikinin fitur X lengkap”, saya pecah jadi task-task kecil yang bisa saya review satu-satu. Ini bikin saya tetap paham apa yang berubah di codebase, bukan cuma nge-trust blind.

3. Biarkan agent eksplorasi codebase sendiri. Agent modern bisa baca file, cari pola yang udah ada, dan ikutin konvensi yang sudah dipakai. Saya nggak perlu jelasin ulang struktur proyek tiap kali — cukup pastikan dia baca dulu sebelum nulis.

4. Verifikasi, bukan cuma percaya. Setiap perubahan penting saya build dan test manual sebelum commit. AI bisa “halu” — kelihatan yakin padahal salah. Testing tetap tanggung jawab saya.

5. Simpan keputusan arsitektur di kepala sendiri. Hal-hal strategis — pilihan stack, struktur data, trade-off desain — tetap saya yang putuskan. Agent eksekusi, saya yang arahkan.

Workflow ini bukan tentang “AI ngerjain semuanya”, tapi tentang gimana saya bisa fokus ke keputusan yang penting, sambil AI handle eksekusi yang lebih mekanis.