Kembali ke Blog

Python vs Go buat Backend Tools Internal: Pengalaman Saya

#python#golang#backend
Python vs Go buat Backend Tools Internal: Pengalaman Saya

Di luar aplikasi desktop utama, saya sering butuh bikin tools kecil buat automation, scripting, atau backend service ringan. Dua bahasa yang paling sering saya pakai buat ini: Python dan Go. Berikut gimana saya milih di antara keduanya.

Saya pilih Python kalau:

  • Butuh prototyping cepat atau one-off script
  • Kerjaan-nya banyak berhubungan dengan data processing, parsing, atau reporting
  • Butuh library yang udah matang (misalnya buat security reporting, saya banyak pakai library Python buat parsing log dan generate report)

Saya pilih Go kalau:

  • Tools-nya bakal jalan terus-terusan sebagai service/daemon
  • Butuh performa dan concurrency yang predictable
  • Bakal di-deploy ke banyak environment client (single binary jauh lebih gampang distribusinya)

Contoh nyata: buat security reporting tool, saya pakai Python karena butuh fleksibilitas parsing berbagai format log dan generate laporan. Tapi buat komponen yang handle koneksi networking real-time, saya pindah ke Go.

Nggak ada yang “lebih baik” secara mutlak — ini soal cocok-cocokan sama karakteristik masalahnya. Kalau kamu baru mulai, coba dua-duanya di proyek kecil dan rasakan sendiri di mana masing-masing unggul.