Beranda / Web / Laravel / Tutorial Laravel IV – Artisan dan Migrations

Tutorial Laravel IV – Artisan dan Migrations

Laravel memiliki banyak fitur yang tidak dimiliki oleh framework lain.Fitur-fitur tersebut sangat memudahkan programmer dalam membuat aplikasi dengan Laravel.

Artisan

Artisan merupakan command-line interface atau perintah-perintah yang diketikkan pada command prompt untuk melakukan tugas tertentu pada saat membuat aplikasi dengan Laravel. Cara menggunakan Artisan, masuk ke cmd pada Windows atau terminal pada linux, lalu arahkan ke folder projek kita. Selanjutnya, kita dapat mengetikkan perintah-perintah artisan. Untuk melihat perintah-perintah artisan yang dapat digunakan, kita dapat mengetikkan perintah berikut:

Kita dapat menampilkan penjelasan yang lebih detail dari sebuah perintah dengan mengetikkan perintah seperti berikut :

Fitur artisan ini akan sangat membantu dalam pengembangan aplikasi menggunakan Laravel. Kita nantinya juga akan banyak menggunakan fitur ini. Berikut perintah artisan yang akan sering kita gunakan.

Perintah Artisan Keterangan
make:migration nama_migration Membuat migration
make:seeder nama_seeder Membuat seeder
make:model nama_model Membuat model
make:controller nama_ controller Membuat controller
make:middleware nama_midleware Membuat middleware
make:auth Menerapkan fitur autentikasi
migrate Mengeksekusi migration
db:seed Mengeksekusi seeder

Migration

Migration dapat dikatakan sebagai version control untuk skema database pada sebuah aplikasi karena berfungsi untuk mengenerate dan mengupdate database struktur. Dengan migration, skema database dapat diperbaharui sehingga tetap up to date. Migration juga memungkinkan kita tidak perlu membuka database client seperti PHPMyadmin untuk mengubah struktur database. Cukup mengubah kode migration, lalu jalankan skrip artisan, maka skema database otomatis akan berubah. Lebih hebatnya lagi, ketika kita ingin pindah database, misalnya dari MySQL ke Sqlite, kita tidak perlu membuat struktur database dari awal, tinggal ubah konfigurasi database Laravel, lalu jalankan migration.

Membuat Tabel dengan Migration

maka pada folder database migration terdapat file baru yang digenerate dengan penamaan tahun, bulan, dan tanggal diikuti dengan nama migration yang kita buat.

Pada file migration selalu ada dua method, yaitu up() dan down(). Method up() biasanya diisi skrip untuk membuat tabel, kolom, atau index pada database. Sedangkan method down() diisi skrip untuk mengembalikan operasi yang dilakukan oleh method up() atau untuk reverse. Berikut contoh kode untuk membuat tabel produk.

Method penting diatas yang sering dipakai adalah increments(‘nama_kolom’) dan timestamps(). Increments() digunakan untuk membuat kolom pada tabel yang memiliki index uniq yang digunakan sebagai primary key dan bersifat auto increment, sedangkan timestamps() adalah method yang digunakan untuk membuat kolom datetime created_at dan updated_at pada tabel kita, ketika kita menggunakan Eloquent secara otomatis akan menyimpan datetime pada saat proses insert atau update data. Masih terdapat banyak method lagi yang dapat kita manfaatkan untuk menghemat waktu dalam mendesain database pada Class Schema, untuk lebih jelas dapat dilihat di sini https://laravel.com/docs/5.5/migrations

Sekian tutorial ke-4 nanti kita akan lanjutkan dengan bahasan berikutnya.

Tentang gookkis

Cuma tukang ketik di Gookkis.com, semoga tulisan jelek ini bermanfaat.

Baca Juga

Tutorial Laravel Bagian I – Pengenalan Laravel

Wah Gookkis Studio udah lama ga update website nih, maklum sibuk di-offline-nya. Sekarang mimin mau sharing …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *