Beranda / Web / Laravel / Tutorial Laravel Bagian III – Struktur Folder Laravel

Tutorial Laravel Bagian III – Struktur Folder Laravel

Halo, setelah tahu caranya install, kita pelajari terlebih dahulu fungsi dari folder-folder yang ada di root aplikasi Laravel. Mengapa kita mempelajarinya? Karena kita akan mengerti laravel lebih dalam, ketika kita hanya belajar koding tanpa mempelajari fundamental maka kita akan agak kesulitan dalam melakukan tracing error dari aplikasi kita. Oke, lanjut bahas struktur folder pada Laravel, berikut saya jelaskan satu per satu folder dalam laravel.

  1. Folder app merupakan folder yang paling banyak mendapat perhatian kita karena hampir semua skrip aplikasi yang kita buat ditaruh di dalam folder ini. Di dalam folder ini berisi banyak folder yang akan kita bahas lebih lanjut.
  2. Folder bootstrap merupakan folder yang berisi file app.php yang mengendalikan framework dan file autoload.php yang  mengkonfigurasi autoloading. Folder ini juga berisi folder cache yang berisi file-file cache untuk meningkatkan kecepatan aplikasi.
  3. Folder config merupakan folder yang berisi file-file konfigurasi aplikasi. Sebaiknya kita memahami setiap file yang ada di dalam folder ini beserta pengaturan-pengaturan yang harus diberikan di dalamnya.
  4. Folder database merupakan folder yang berisi database migration dan seeds. Jika belum kenal dengan kedua hal tersebut, tenang saja, kita akan membahasnya nanti.
  5. Folder public merupakan folder yang berisi file index.php yang merupakan file utama sebagai pintu masuk semua request pada aplikasi kita. Folder ini juga tempat semua aset aplikasi seperti
    gambar, file Javascript, dan CSS.
  6. Folder resources merupakan folder yang berisi file-file aset yang belum dikompilasi seperti file LESS, SASS, atau Javascript. Folder ini juga sebagai tempat semua file bahasa.
  7. Folder routes merupakan folder yang berisi semua route yang kita definisikan pada aplikasi. Kita akan membahas lebih banyak tentang route ini secara khusus.
  8. Folder storage merupakan folder yang berisi file-file yang dibuat oleh framework. Folder ini berisi 3 folder, yaitu app, framework, dan logs. Folder app digunakan untuk menyimpan file yang dibuat oleh aplikasi. Folder framework digunakan untuk menyimpan file yang dibuat oleh framework. Sedangkan folder logs digunakan untuk menyimpan file log.
  9. Folder tests merupakan folder yang berisi file-file pengetesan.
  10. Folder vendor merupakan folder yang berisi file-file dependency yang diperoleh melalui Composer.

Ketika kita membuat aplikasi menggunakan Laravel, maka kita akan banyak bekerja pada folder app. Untuk itu, kita perlu memahami isi dari folder ini. Sebenarnya ada beberapa folder lagi yang terdapat dalam folder app, namun folder-folder tersebut tidak tampil secara default. Folder-folder tersebut akan ada ketika kita menjalankan perintah Artisan make.

  • Folder Console merupakan folder yang berisi perintah Artisan custom untuk aplikasi yang kita buat.
  • Folder Exceptions merupakan folder yang berisi exception handler dari aplikasi yang kita buat.
  • Folder Http merupakan folder yang berisi controller, middleware, dan form requests.
  • Folder Providers merupakan folder yang berisi semua service
  • providers untuk aplikasi yang kita buat.

Selain empat folder di atas, sebenarnya ada beberapa folder lagi yang hanya ada kalau menjalankan perintah Artisan yang ada pada tanda kurung, yaitu Events (make:event), Jobs (make.job), Listeners (make:listener), Mail (make:mail), Notifications (make:notification), dan Policies (make:policy).

Gimana udah jelas, kalau belajar gini emang masih kerasa nggantung, tapi nanti pasti akan lebih memahami ketika kita masuk dalam proses koding. Sekian dulu untuk tutorial bagian III yah, selanjutnya kita akan bahas routes dan view yang merupakan komponen utama dari sebuah aplikasi laravel.

Tentang gookkis

Cuma tukang ketik di Gookkis.com, semoga tulisan jelek ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *