Beranda / Android / Tips dan Trik memilih library terbaik dalam Project Android

Tips dan Trik memilih library terbaik dalam Project Android

Hallo lama gak nulis nih, maaf yah kemarin-kemarin karena ada kepentingan yang tidak dapat ditinggalkan dan harus butuh konsentrasi khusus. Kali ini saya akan berbagi tips untuk memilih library terbaik dalam mempertimbangkan penggunaan library yang cocok untuk project yang sedang kita kerjakan.

Untuk mempercepat pengerjaan project pengembangan aplikasi di android, kita tidak lepas biasanya menggunakan library-library open source yang sangat membantu dalam pengembangan aplikasi kita. Karena banyaknya library yang tersedia di github dan lainnya kadang kita kebingungan menentukan library mana yang akan kita pakai. Nah disini saya akan berbagi tips dan trik nya untuk mempertimbangkan pemilihan library yang akan kalian pakai agar sesuai dan cocok dengan pengembangan aplikasi kalian.

Fungsional


Ya kita harus memilih library yang memiliki fungsi yang cukup untuk aplikasi kita, semisal dapat dilakukan oleh satu library cukup dengan satu library saja, carilah library yang sesuai dan dapat digunakan untuk fungsi-fungsi yang lainnya yang dibutuhkan pada fitur aplikasi kita. Seminimal mungkin harus kita pertimbangkan agar nantinya jika terlalu banyak library akan mengakibatkan bengkaknya size apk. Kemudian jika kita terlalu banyak menggunakan library ada ancaman “64K Limit Method” pada saat build, walaupun sudah ada cara mengatasi ancaman tersebut silahkan cek http://developer.android.com/tools/building/multidex.html.

Read Me & Quick Start Guide


Kemudian tips berikutnya adalah kita harus cek Read Me dan Quick Start dari si library tersebut karena sangat membantu sekali nantinya dalam penggunaan library, karena masing-masing library memiliki method dan teknik penggunaan yang berbeda pula, pilihlah yang semudah dan se-efisien mungkin dalam mempelajarinya, agar tidak menghabiskan waktu dalam mempelajari mengintegrasikan library tersebut pada aplikasi kita.

Source Code


Yang ke-tiga adalah source code dari si library apakah tersedia di social coding atau dalam bentuk open source karena apabila kita ingin meng-customize dengan kebutuhan aplikasi kita dapat menelusuri method-method yang ada di library tersebut, karena terkadang library yang tersedia khususnya di User Interface tidak sesuai dengan desain aplikasi yang diberikan oleh designer.

Visualisasi


Kemudian tips yang ke-empat adalah visualisasi library tersebut yakni video tutorial, screenshots, demo aplikasi yang menggunakan library tersebut, dan real aplikasi yang ada di play store yang menggunakan library tersebut. Berdasarkan hal tersebut kita sangat memberikan kredibilitas atas kemampuan dari si library. Kita diyakinkan dengan performance yang pada library tersebut sehingga dipakai oleh banyak aplikasi di play store maupun apps store lainnya. Dengan adanya video tutorial juga memmudahkan kita dalam belajar mengintegrasikan si library yang sedang akan kita pakai.

Dokumentasi


Kemudian dokumentasi merupakan tips yang ke-lima yakni si library tersebut dibuat dengan dokumentasi yang baik yang menujukan class-class yang ada serta reference yang dapat kita akses semudah mungkin demi menunjang proses mempelajari dan integrasi library dengan aplikasi kita.

Histori Aktivitas & Komunitas


Yang ke-enam dan yang terakhir adalah akitivitas dari pengembangan si library tersebut, jika library tersebut sudah sangat lama tidak di update atau terdapat banyak issue, dapat dijadikan pertimbangan dalam pemilihan library karena menyangkut dengan pengembangan aplikasi kita ke depan yang bersangkutan dengan si library tersebut. Sebagai contoh kita membuat aplikasi dengan salah satu library yang sudah tidak dikembangkan lagi, kemudian kita telah mempublish aplikasi kita dan pada saat ada fitur yang baru dan si library tidak mendukung fitur tersebut disitulah bom waktu muncul, karena biasanya kita harus merubah seluruh kode yang ada dengan menggunakan library yang baru sesuai dengan fitur yang terbaru juga.

Itu saja dulu mungkin share dari saya untuk mengisi kekosongan artikel yang sudah seminggu lebih tidak ada update yah, kemungkinan minggu ini dan minggu depan kita akan belajar tips yang membahas tenang penggunaan android studio yang sudah masuk versi stable 2.0 dengan instant run-nya. Juga terdapat mengcluster an file di XML agar lebih rapi. Tulisan ini saya buat dengan pengubahan bahasa yang lebih mudah dipahami dari artikel-artikel para sesepuh android diluar sana, dengan bahasa yang belajar coding secara otodidak tentunya.

Terima kasih. Salam pokoknya ngoding….

Tentang gookkis

Cuma tukang ketik di Gookkis.com, semoga tulisan jelek ini bermanfaat.

Baca Juga

Android Programing – Migrasi ke Kotlin

Kotlin akhir — akhir ini sangat banyak di bicarakan oleh developer android, banyak yang bilang juga kotlin …

Android Studio – Gak lagi make “findViewById”

Halo salam pokoknya ngoding,,,, Eh lama Gookkis Studi lama ga update nih yah, maklum lagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *