Beranda / Android / ORM Android Database Library Terbaik

ORM Android Database Library Terbaik

Kemarin sudah kita bahas Realm Database yang merupakan non ORM, sekarang kita akan membahas ORM Database Library pada Android. ORM (Object Relational Mapping) [Wiki] adalah suatu metode/teknik pemrograman yang digunakan untuk mengkonversi data dari lingkungan bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP) dengan lingkungan database relasional. Seperti kita ketahui, dalam aplikasi enterprise kedua lingkungan tersebut berada pada sistem yang berbeda, yaitu OOP berada pada sisi pemrograman aplikasi, sedangkan database relasional berada pada sisi sistem database. Misi utama dari ORM ini adalah menjembatani kedua sistem yang berbeda tersebut.

ORM memiliki kemampuan untuk menciptakan objek database virtual, yaitu suatu model database yang di representasikan kedalam sebuah objek pada bahasa pemrograman OOP. Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang dimiliki ORM, yaitu:

  • Mempercepat pengembangan program. Contohnya, mengurangi perulangan kode query, memudahkan pemakaian karena tabel-tabel ter-representasikan dalam bentuk objek
  • Membuat akses data menjadi lebih abstrak dan portable. Hal ini dikarenakan ORM menghandle pen-generate-an syntax SQL berdasarkan vendor database-nya.
  • Mensupport pengkapsulan business rule pada lapisan Data Access.
  • Mengenerate boilerplate code (unit kode yang reusable) untuk fungsi dasar CRUD (Create,Read,Update,Delete).

Kali ini saya akan berbagi informasi yang saya dapatkan dari http://www.raizlabs.com/dev/2015/02/go-dbflow-fastest-android-orm-database-library/ yaitu tentang perbandingan ORM database pada android. Berdasarkan test yang dilakukan oleh RaizLabs terhadap beberapa ORM Library (Active Android, Sprinkles, SugarORM) termasuk Go-DBFlow dihasilkan seperti grafik dibawah ini.

image-6

Loading data Address item.

image-5

Save data Address item.

Berdasarkan perbandingan di atas silahkan memilih sendiri mana library yang terbaik. Setelah saya baca-baca dokumentasi dari tiap-tiap library ternyata  dalam setup awal untuk library DBFlow masih belum menggunakan gradle jadi agak rumit untuk setupnya, namun jangan khawatir di bawah ini sudah ada tutorial dari Youtube cara setup library DBFlow.

Sekian saya dapat berbagi, semoga bermanfaaat. Salam pokoknya ngoding…..!!!

Terima kasih.

Tentang gookkis

Cuma tukang ketik di Gookkis.com, semoga tulisan jelek ini bermanfaat.

Baca Juga

Android Programing – Migrasi ke Kotlin

Kotlin akhir — akhir ini sangat banyak di bicarakan oleh developer android, banyak yang bilang juga kotlin …

Android Studio – Gak lagi make “findViewById”

Halo salam pokoknya ngoding,,,, Eh lama Gookkis Studi lama ga update nih yah, maklum lagi …

Satu komentar

  1. Unablievbele how well-written and informative this was.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *